Rabu, 02 April 2014

Mengalah untuk Menang

Terkadang,tanpa sadar
Kita berkompetisi untuk mendapatkan sesuatu
Yang sejatinya tak berarti bagi kita
Hanya sebatas tak rela untuk kalah

Setelah mendapatkan,apakah akan bahagia ?
Mayoritasnya tidak
Apakah puas ?
Tidak juga

Terkadang kita lupa
Bahwa cara terbaik untuk menang adalah dengan mengalah
Maafkan,lepaskan,ikhlaskan
Dengan begitu,kita memenangkan kompetisi ini
#Akurapopo

Orang Tua Awam


Tak salah jika buah ingin jatuh jauh dari pohonnya
Jauh sekali,bahkan lupa caranya bagaimana bisa ia jatuh

Bukankah jatuh itu tak selalu menyakitkan ?
Bisa saja,buah itu jatuh ke tempat yang empuk
Atau bahkan,lebih teduh dari seharusnya
Meski di bawah pepohonan lain

Begitu pula buah hati,

Tak salah jika terlahir dari sosok awwam
Justeru,akan paham hakikat berjuang memperbaiki diri
Meski melalui ayah/bunda orang lain

R.A Utami : )

Rabu, 26 Maret 2014

Ego Persahabatan

Langkah kecilnya selalu saja membuat orang sekelilingnya berdecak kagum. Dengan kelembutannya dan senyumnya yang khas ia selalu bangga menjadi dirinya sendiri. Tak seperti remaja lainnya yang labil,ia justeru mampu mempertahankan stabilitasnya. Stabilnya berbeda,tak hanya stabil soal pergaulan namun juga stabil dari sisi keimanan. Ya,begitulah pengamatanku.
Diam-diam aku menyimpan rasa iri dengannya. Aku iri ketika ia mampu melantunkan ayat cinta Sang Maha Kuasa dengan merdunya. Menggetarkan dada siapa saja yang mendengarnya. Aku tau itu meski aku tak pernah melakukan survei pada hati setiap mereka yang mendengar lantunan suci dari sosok mungil itu.

Aku bingung,apakah keputusanku untuk iri padanya ini adalah suatu kebaikan. Atau justeru,karena terselip rasa dengki dalam batinku ? Entahlah..

Dia yang selalu saja menampakkan wajah cerianya,selalu menjadi pemula dalam mengucapkan salam,selalu ikhlas kala sekelilingnya butuh. Lagi lagi aku dapat membaca raut wajahnya,terpancar keikhlasan disana.

Aku ! akulah salah satu korbannya. Korban yang tenggelam dalam rasa kagum terhadapnya. Layaknya seekor kucing,pastilah suka jika berada dekat dengan ikan asin. Aku pun mendekatinya,karena aku suka berada dekat dengannya. Ketentraman batin kudapat ditengah hiruk pikuk kehidupan remaja masa kini. Terlebih  lagi di sekolah umum seperti sekolah kami. Dia adalah sosok manis yang langka !

Tiga tahun dekat dengannya bukanlah waktu yang sedikit. Cukup lama dalam perhitungan persahabatan. Sungguh dalam ikatan batin kami. Menyemai suka duka bersama. Atau mungkin tak bersama,bisa saja ia menyembunyikan dukanya. Sedangkan aku selalu berbagi duka,dan satu hal yang takkan pernah ku lupa adalah ketulusannya dalam menolong. Karena setiap yang tulus tak mengharap balasan apapun. Itulah dia ! sosok yang mengajarkan aku arti persahabatan.

"Ketika di berbagai media menayangkan cerita-cerita persahabatan atas dasar kesamaan nasib dan kesolidan. Aku rasa persahabatan kita lebih mendalam dari itu. Bayangkan, persahabatan ini bukanlah soal kesamaan nasib atau derita saja. Lebih kawan ! Persahabatan ini dibangun atas dasar iman,saling mencintai karena Allah." Kalimat yang terbesit dalam benakku.

Namun,tak selamanya suatu hubungan berjalan mulus. Layaknya sebuah jalan besar,ada kalanya jalan itu diguyur hujan,panas terik,atau sekedar rintik-rintik. Satu hal yang biasa ketika ego mengalahkan akal. Dan disini aku baru sadar,bahwa cinta segitiga bukan hanya ada pada telenovela. Ternyata,ada pula istilah segitiga dalam persahabatan. Situasi rumit yang sedikit membuat jarak antara dua orang,hanya karena pihak ketiga.

Coming soon..

Sepotong episode masa SMA bersamamu sahabatku. Sengaja kutuliskan kisah ini,sebagai kado terindah dihari ulang tahunmu Desember nanti. Maafkan aku atas egoku kawan. Aku memaafkanmu,ku harap kau pun begitu..


Muslimah Jangan Kalem !





Wanita terutama muslimah identik dengan sifat lemah lembut atau bahasa inggrisnya 'calm'. Saya sendiri setuju dengan statement  tersebut. Karena fitrah itulah wanita justeru terlihat kuat, jika benar paham tentang arti kekuatan dari sebuah kelembutan. Bahkan Rasulullah yang seorang lelaki pun,mencontohkan pada kita untuk senantiasa berlaku lemah lembut.

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya." (QS Ali Imraan [3]: 159)

Namun,jangan sampai kita salah kaprah soal kelembutan ini. Lembut disini bukan berarti seorang muslimah harus berperilaku manja atau sok imut layaknya seorang balita yang baru tumbuh gigi. Atau harus tersenyum kepada siapa saja di sepanjang jalan. Tapi,kelembutan disini ialah hatinya. Dilihat dari bagaimana ia bersikap bijak dalam mengambil keputusan dan tetap tidak meninggalkan syarat kelembutan.

Tapi nih..
Muslimah jangan CALM !

Jadi muslimah jangan calm ! "Kalau" diajak melanggar syari'atnya (pacaran,-red). Tetaplah tegas,kalau perlu pasang wajah terseram yang kita punya (hehe mantan hantu kali ya). Meski si dia mengaku cinta,namun tak juga datangi walinya. Sudah dipastikan ini modus belaka. Karena,yang kita mau sebagai muslimah adalah menjadi pengisi dalam hidupnya. Bukanlah pengisi kekosongan semata. #tsahhh

So,jadi muslimah jangan calm ! #KalauDiajakMaksiat :)