Ini bukan cerita luar biasa, hanya
sepotong episode pencarian, mungkin. Percayakah kau bahwa ternyata selembar
kain dapat mengubah dunia ? Mengubah kehidupan seseorang ? Sungguh, kawan. Ini
bukanlah kisah seorang gadis penjahit gaun. Bukan pula kisah seorang putri yang
mencari tahta kerajaan. Bukan sebuah kisah dari negeri dongeng penuh
keindahan dan khayalan. Apalagi
Sabtu, 27 Juni 2015
Selasa, 26 Mei 2015
Tanah Kering Mencintai Embun
Aku ingin mencintai kau sebagaimana tanah kering mencintai embun. Kau tahu ? Tanah kering membutuhkan setetes kesejukkan, kesegaran, yang semuanya bisa didapatkan dari embun. Sebagaimana aku membutuhkan kau.
Namun sayang, tanah tak mampu menyentuh embun yang berada jauh diatas permukaan daun. Dan kalaupun tanah mampu, ia pasti tak melakukan itu. Seperti aku yang tak mampu menyentuh kau. Dan meskipun aku mampu, aku tak mau. Aku tak mau Allah membenciku.
Namun sayang, tanah tak mampu menyentuh embun yang berada jauh diatas permukaan daun. Dan kalaupun tanah mampu, ia pasti tak melakukan itu. Seperti aku yang tak mampu menyentuh kau. Dan meskipun aku mampu, aku tak mau. Aku tak mau Allah membenciku.
Minggu, 10 Mei 2015
Mahasiswa Pencari Muka
Statement 1 :
Mbak-mbak eh mas-mas, jadi mahasiswa ga usah ‘cari muka’. Duduk maunya di barisan paling depan, supaya dilihat dosen. Datang paling awal, pulangnya sok belakangan. Dosen nanya, dia ngejawab mulu. Disuruh nanya, nanya yang susah-susah, akhirnya yang lain ikut pulang telat gegara dosennya ngejelasin panjang lebar.
Teman Hidup
Mencari sahabat tak ubahnya seperti mencari teman hidup. Semakin
dekat, semakin kenal, semakin cinta. Semakin cinta, semakin kita
memahami lebih-kurangnya “dia”. Bahkan akan ada suatu masa dikala semua
keburukannya hampir saja menutup matamu. Namun, tetap saja. Kamu masih
bertahan dengannya. Setia. Setia dengan orang yang “terlanjur” kamu
pilih. Kamu percayakan.
Seolah-olah ada ikatan resmi diantaramu, meski wujudnya bukan pernikahan. Namun, rasanya ganjil jika kamu pergi meninggalkan dia hanya karena kamu tahu kekurangannya. Bukankah kurang itu manusiawi ? Mungkin saja dia juga merasa kamu tidak seperti “kamu”. Namun, baginya ada berjuta alasan untuk tetap bersama.
Akhirnya terlintas di pikiranmu tentang satu hal. Selingkuh. Berganti sahabat baru yang kamu anggap lebih baik.
Sekali-kali tidak. Kamu, aku, kita. Semua punya sisi buruk. Namun jangan pernah lupakan sisi
Seolah-olah ada ikatan resmi diantaramu, meski wujudnya bukan pernikahan. Namun, rasanya ganjil jika kamu pergi meninggalkan dia hanya karena kamu tahu kekurangannya. Bukankah kurang itu manusiawi ? Mungkin saja dia juga merasa kamu tidak seperti “kamu”. Namun, baginya ada berjuta alasan untuk tetap bersama.
Akhirnya terlintas di pikiranmu tentang satu hal. Selingkuh. Berganti sahabat baru yang kamu anggap lebih baik.
Sekali-kali tidak. Kamu, aku, kita. Semua punya sisi buruk. Namun jangan pernah lupakan sisi
Langganan:
Postingan (Atom)
